Type something and hit enter

ads here
author photo
By On
advertise here
Takziran / Hukuman Bagi Santri - Sekali lagi, kehidupan di Pondok Pesantren jika dibahas takkan pernah ada habisnya, di pondok pesantren yang penuh akan peraturan tak membuat santri untuk jenuh  berlama lama di pesantren, aturan demi aturan mereka lewati meskipun terkadang aturan itu mereka khianati, untuk menimalisir hal itu, pengurus pondok pesantren membuat aturan tertulis, jika ada yang melanggar maka hukuman yang akan diterima, saya merangkum beberapa takziran / hukuman yang sering terjadi pada santri, apa saja hukuman hukuman itu??


takziran santri

hukuman santri

1. Di Cubit / Jewer


Hukuman ini masih tergolong sangat ringan sekali, biasanya santri yang mendapat takziran ini hanya sebatas santri yang ngerumpi di kelas.


2. Menulis Bacaan / surat


Santri yang biasanya tidak mengerjakan PA (Pekerjaan Asrama) akan mendapatkan hukuman ini.

3. Membaca Surat Surat


Tergantung kebijakan dari ustadz nya jika santri yang melanggar sangat keterlaluan sekali, tak menampik bahwa ustadz akan menyuruh santrinya untuk menghatamkan Al Quran, Sebaliknya jika masih bisa dimaklumi munkin santri hanya disuruh membaca surat yasin dan surat surat lainnya.

4. Bersih bersih Asrama dan sekitarnya


Ini masih tergolong rendah tingkat 2, membersihkan Asrama bukan hal mudah, bayangkan berapa meter persegi yang mereka bersihkan? jika mereka melakukannya sendirian apa mereka tak kewalahan.

tapi santri bukan anak cengeng, mereka sadar apa yang dilakukannya harus ada tanggung jawabnya, "kudu wani nerimo" itulah yang sering mereka terapkan di kehidupan pesantren.

bagusnya lagi, terkadang ada santri yang mengubah niat takzir menjadi niat untuk membersihkan pondok, sungguh hebat bukan.

5. Sidang

 

Jika negara saja punya hakim, pesantren pun tak mau kalah, jika salah seorang santri kedapatan melanggar aturan yang tergolong berat, maka sidang paripurna menanti didepannya.

Bukan berarti kedapatan sidang, santri tak mendapatkan takziran, justru semua berawal dari sidang, dalam sidang ada kesepakatan antara santri dengan hakim (pengurus pondok pesantren) yang mana santri jika melanggar aturan lagi maka jemur / petas menantinya.

6. Jemur

 

tergantung seberat apa santri melanggar aturan, jika memang benar benar berat seperti kedapatan mencuri, maka santri akan ditempatkan di komplek yang berbeda dengan kompleknya.

7.Petal / Petas / Di botak

 

Takziran ini sudah tergolong takziran yang amat berat, layaknya sebuah logo / icon, santri yang kedapatan rambutnya di petal maka santri tersebut di cap santri mursal (santri nakal).

Baca Juga : 4 Alasan santri ketika terlambat sekolah

Biasanya hukuman ini berlaku bagi santri yang mencuri, bermalan di luar pondok, tujuan adanya hukuman seperti ini, agar para santri malu terhadap teman temannya, guru serta kyainya.

Meskipun begitu, masih banyak juga santri petal yang kedapatan melaggar lagi yang mengakibatkan mereka akan di keluarkan dari pondok pesantren.

8. Di boyongkan / Dipulangkan


Diantara hukuman lainnya, ini yang paling berat, bagaimana tidak, seperti kita bertamu, tapi kita malah di usir oleh si punya rumah.

Bukan hanya santri saja yang malu, orang tunya pun akan ikut merasakan kemaluan tiada batas.

Bahkan ada yang mengatakan sejelek jelek santri adalah santri yang di keluarkan oleh pondoknya

Tujuan dikeluarkannya santri dari pondok pesantren, agar santri tersebut tidak mempengaruhi santri lainnya dan tidak menutup kemunkinkan bisa merusak nama baik pondok.

Itulah hukuman / takziran yang sering di alami oleh santri di seluruh belahan indonesia, jika ada takziran yang terlewatkan mohon untuk berkomentar di bawah ini :)

Click to comment